Cara Mengantisipasi Pembajakan Kartu Kredit

Oleh Luthfa

Kamu pengguna kartu kredit? Jika iya, kamu patut waspada sebab saat ini marak beredar kasus pembajakan kartu kredit. Kejahatan ini tentu sangat merugikan pengguna karena tagihan kartu kredit tiba-tiba bisa membengkak padahal transaksi yang dilakukan nggak sebesar itu.

Pembajakan kartu kredit bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu online dan offline. Offline ketika kartu kredit kamu berpindah tangan sehingga transaksi ilegal bisa dilakukan. Nah, biar kamu terhindar dari tindak kejahatan ini, sebaiknya ikuti cara-cara berikut ini.

Amankan PIN dan informasi kartu kredit

cara mengantisipasi pembajakan kartu kredit

Dibandingkan dengan menggunakan PIN, banyak orang yang lebih memilih menggunakan tanda tangan saat bertransaksi dengan kartu kredit. Padahal penggunaan kartu kredit dengan bermodalkan tanda tangan nyatanya lebih mudah disalahgunakan oleh orang yang nggak bertanggung jawab.

Lain halnya jika kamu menggunakan PIN. Sekali pun kartu kredit kamu berpindah tangan, orang lain nggak bisa menggunakannya. Oleh karena itu, sebaiknya buat PIN yang nggak mudah ditebak, misalnya tanggal lahir. Lagipula, Bank Indonesia (BI) telah mewajibkan para pengguna kartu kredit untuk menggunakan PIN demi tujuan keamanan.

Selain PIN, informasi yang harus kamu amankan adalah nama lengkap, nomor kartu, masa berlaku dan kode CVV yang terletak di belakang kartu. Nah, salah satu tips untuk mengamankan informasi tersebut adalah dengan menggunakan dompet anti RFID Scanning yang berfungsi untuk menyimpan kartu kredit kamu.

Kamu juga wajib waspada ketika ada telepon masuk dari bank yang menanyakan nomor CVV dan PIN kartu. Sebab, salah satu modus penipuan yang seringkali terjadi adalah meminta informasi lewat email atau telepon dengan mengatasnamakan pihak bank.

Segera blokir kartu kredit jika hilang

Jika sewaktu-waktu kartu kredit kamu hilang, jangan dulu panik. Segera blokir kartu kredit kamu. Caranya, hubungi pihak bank dan minta mereka untuk melakukan pemblokiran. Memblokir kartu kredit sesegera mungkin dapat melindungi kamu dari berbagai tindak kejahatan atau penggunaan kartu kredit yang nggak bertanggung jawab.

Aktifkan layanan pemberitahuan dari bank via handphone

Cara ini juga bisa mencegah kamu dari pembajakan kartu kredit. Dengan mengaktifkan layanan notifikasi dari bank melalui handphone, kamu jadi bisa memantau aktivitas kartu kredit secara lebih transparan. Jadi, setiap ada transaksi, kamu akan menerima pemberitahuannya dari pihak bank melalui SMS notifikasi.

Nah, jika pemberitahuannya terasa janggal, kamu bisa cepat-cepat menghubungi pihak bank untuk segera memblokir kartu kreditmu. Hal ini wajib dilakukan agar kerugian yang dialami bisa segera dihentikan. Penting juga untuk menghubungi pihak bank bila kamu mengganti nomor ponsel.

Simpan bon transaksi terbaru

Setiap kali kamu bertransaksi dengan kartu kredit, jangan pernah buang bon belanjaan kamu. Meski dikirim dalam bentuk email pun, kamu harus segera mengunduhnya dan menyimpan file tersebut dengan baik.

Tujuannya, jika ada yang nggak sesuai, kamu bisa segera menghubungi pihak bank untuk meminta klarifikasi. Setelah semua tagihan sudah lunas dibayar, barulah kamu bisa memusnahkan semua bon belanjaan kamu.

Waspada saat melakukan transaksi online

cara mengantisipasi pembajakan kartu kredit

Tak bisa dimungkiri, pembelajaan secara online kini lebih diminati karena dianggap lebih praktis dan menghemat waktu. Namun, jika kamu belanja online dengan menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayarannya, kamu harus hati-hati.

Ketika checkout, kamu pasti akan diminta untuk memasukkan data dan informasi tambahan guna memastikan bahwa kartu kredit tersebut benar milik kamu. Saat memasukkan data diri, pastikan kalau alamat websitenya sudah benar dan pastikan keabsahan aplikasi atau situs belanja online agar nggak menjadi korban pembajakan kartu kredit.

Gunakan jaringan private saat sedang bertransaksi

cara mengantisipasi pembajakan kartu kredit

Untuk menghindari atau mencegah pembajakan kartu kredit, usahakan untuk menggunakan jaringan private saat sedang bertransaksi. Sebab, jika kamu menggunakan koneksi Wi-Fi gratis, hal ini akan membuka peluang untuk orang-orang yang nggak bertanggung jawab memantau atau mencuri data kartu kreditmu, seperti password.

Pilih kartu kredit yang menggunakan chip

cara mengantisipasi pembajakan kartu kredit

Demi keamanan penggunaan kartu kredit, sebaiknya gunakan kartu kredit yang difasilitasi dengan teknologi chip. Chip tersebut berisi semua informasi terkait identitas diri kamu selaku pengguna dan identitas dari kartu kredit itu sendiri.

Untuk memastikan apakah kartu kredit kamu telah dilengkapi dengan teknologi chip, kamu bisa melihatnya dari kartu kreditmu karena chip sendiri biasanya berwarna hitam dan terletak di bagian belakang kartu.

Hidup di zaman yang serbagampang memang membuat orang lain gampang mengambil uang orang lain. Oleh karena itu, kita harus selalu sigap dan waspada saat bertransaksi demi mencegah pembajakan kartu kredit.