OY! Indonesia Resmi Meluncur, Hadirkan Layanan Fintech di Aplikasi Chatting

Oleh Aditya Pratama

Bertujuan untuk memudahkan pengguna melakukan transfer uang dalam satu platform, PT Teknologi Harapan Bangsa memperkenalkan aplikasi chatroom OY! Indonesia hari ini (18/10) di Jakarta. Aplikasi yang didukung dengan teknologi DOKU ini mampu untuk mengirimkan uang secara real-time ke rekening bank pengguna.

Mengedepankan fitur chat yang diklaim sangat diminati oleh pengguna, platform OY! diklaim mampu memangkas kesulitan terkait dengan kegiatan transfer antar bank yang saat ini belum lengkap dan masih harus dilakukan secara terpisah.

“Sebelumnya OY! sudah hadir sejak tahun 2017 lalu, saat ini kami sudah memiliki 70 ribu pengguna aktif dan hadir di lebih 40 kota di Indonesia. Aplikasinya sendiri sudah diunduh lebih dari 500 ribu kali,” kata VP Product Business OY! Indonesia, Mario Nicolas.

Menjalin kemitraan dengan bank di Indonesia

Untuk menghadirkan proses seamless dan terjamin keamanannya, OY! Indonesia telah menggandeng berbagai bank yang beroperasi di Indonesia. Bank yang saat ini sudah terintegrasi dengan OY! di antaranya adalah Bank Mandiri, BNI, digibank by DBS, CIMB Niaga, serta Jenius (BTPN). Sementara BCA, Bank Permata, BRI, Bank Jawa Barat, Bank Jawa Timur, dan BTN juga sudah bisa menerima transfer dana.

“Fokus kita saat ini memang untuk melakukan transfer dana dari rekening bank, namun kita juga menyediakan top up pulsa dan pembayaran tagihan BPJS juga tagihan listrik,” kata Mario.

OY! memanfaatkan teknologi dari DOKU sebagai payment gateway. Memanfaatkan lisensi yang sudah dimiliki oleh DOKU, memudahkan aplikasi seperti OY! untuk melakukan transfer antar rekening bank milik pengguna. Teknologi yang diterapkan oleh DOKU adalah, infrastruktur yang telah memenuhi standar Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS).

“Secara layanan DOKU sebagai penyedia, layanan utama kita adalah payment gateway. Artinya kita lebih memberikan layanan kepada merchant, selama hal tersebut berkaitan dengan payment,” kata VP of Business Expansion DOKU, Irfan Imran Burhan.

Artikel Terkait