Pilihan Investasi untuk Mahasiswa yang Bisa BIkin Kaya

Oleh Luthfa

Pilihan Investasi untuk Mahasiswa – Siapa bilang investasi hanya untuk orang dewasa? Nyatanya, investasi juga bisa, kok, dilakukan untuk anak muda yang masih berstatus mahasiswa. Bahkan, investasi yang dilakukan sejak muda bisa memberikan keuntungan lebih. Misalnya merdeka secara finansial atau jadi belajar tentang perencanaan jangka panjang.

Jadi, nggak ada lagi, deh, yang namanya kere di masa tua karena kamu sudah menyiapkan segala sesuatunya sejak muda. Untuk memulainya, kamu bisa melakukan investasi yang masih ringan dulu mengingat uang jajan mahasiswa yang nggak terlalu besar. Nah, kalau masih bingung mau investasi apa, berikut pilihan investasi untuk mahasiswa yang bisa bikin kaya di masa tua.

Reksadana

Investasi untuk mahasiswa yang pertama adalah reksadana. Instrumen investasi ini sangat dianjurkan untuk para calon investor pemula sehingga sangat tepat bila dilakukan oleh mahasiswa yang belum punya pengalaman. Lewat reksadana, kamu juga bisa sekalian belajar mengenai dunia saham, obligasi, dan instrumen lainnya yang nantinya bisa kamu coba setelah punya penghasilan sendiri.

Bagi yang belum tahu, reksadana adalah sebuah kegiatan pengelolaan modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi. Modal yang disetorkan pun nggak besar sehingga cocok bagi mahasiswa. Enaknya lagi, semua uang yang kamu investasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi. Jadi, kamu hanya tinggal menunggu sampai memperoleh keuntungan.

Emas

Selanjutnya ada emas. Instrumen investasi satu ini juga nggak membutuhkan modal besar, lho. Selain itu, risiko tergerus inflasinya juga rendah. Bahkan, saat dunia mengalami krisis ekonomi sekali pun, harga emas cenderung stabil. Emas juga merupakan investasi yang bersifat likuid sehingga sangat mudah untuk diperjualbelikan.

Saat kamu butuh uang, kamu bisa langsung menjualnya kembali. Keuntungan emas memang nggak seberapa jika dibandingkan dengan saham atau reksadana. Namun, kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan bila menginvestasikannya dengan cara yang benar.

Prinsipnya, beli emas di saat harganya turun dan jual ketika harganya sedang naik. Dengan begitu, dijamin kamu akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari investasi emas.

Deposito

investasi untuk mahasiswa

Punya uang tabungan yang angkanya lumayan? Daripada dipendam di dalam rekening begitu saja, sebaiknya simpan uang tabunganmu di deposito. Instrumen investasi ini sebenarnya mirip dengan tabungan, hanya saja uang yang disimpan di dalam deposito nggak bisa ditarik semau kita karena penyetoran dan penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.

Selain itu, jangka waktu menabungnya pun ditentukan, yaitu antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau maksimal 10 tahun. Kamu bisa menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, deposito juga menawarkan suku bunga yang lumayan tinggi, yakni berkisar 5 – 8 persen. Bagi mahasiswa yang ingin investasi deposito, kamu bisa memulainya dengan modal minimal Rp100 ribu per bulan.

P2P Lending

Investasi untuk mahasiswa berikutnya adalah Pee to Peer Lending atau disingkat P2P. Sama halnya dengan deposito, instrumen investasi ini juga bisa dimulai dengan modal Rp100 ribu saja. Sistem investasinya adalah, pemilik investasi bertindak sebagai pihak yang meminjamkan modal kepada pihak lain yang nantinya bisa mendapat keuntungan hingga 20 persen.

Biasanya modal dipinjamkan kepada pemilik UKM melalui sebuah platform. Meski keuntungan yang didapat cukup tinggi, kegiatan P2P Lending umumnya nggak menggunakan jaminan sehingga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Untuk itu, kamu sangat disarankan untuk memilih perusahaan yang benar-benar tepat.

Trading saham

investasi untuk mahasiswa

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa investasi ini cukup berisiko dan berbahaya. Namun, hal tersebut nggak akan terjadi bila kamu mengelolanya dengan cara yang tepat. Trading saham sendiri adalah investasi yang memperjualbelikan lembar saham, yang mana harganya bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi pasar dan perusahaan tersebut.

Nah, buat yang baru pertama kali melakukannya, cobalah untuk bermain saham dengan modal yang kecil terlebih dahulu. Sebab, nggak semua investasi saham butuh banyak uang. Jika sudah terjun ke dunia ini pastikan kamu memulainya dengan sistem jual beli harian karena dinilai lebih aman untuk pemula.

Itulah beberapa jenis-jenis investasi untuk mahasiswa yang bisa kamu coba. Jadi, sudah tentukan instrumen investasi yang cocok dengan karaktermu? Yang penting, berinvestasilah dengan cermat dan tepat agar nantinya kamu bisa mendulang keuntungan yang besar. Jadi, masa tuamu akan terjamin dari sekarang.

Artikel Terkait