Remitansi vs Money Changer, Apa Bedanya?

Oleh Mutia

Berpergian ke luar negeri pastinya selalu berhubungan dengan uang. Mulai dari membeli tiket, berbelanja, membayar berbagai keperluan saat berpegian, semua membutuhkan uang. Terkadang, uang yang digunakan juga harus ditukarkan ke dalam mata uang negara tujuan. Untuk menukar uang, kamu harus datang ke money changer dan menukarkan uang rupiah ke dalam mata uang negara yang akan kamu datangkan. 

Namun, untuk mengirim uang ke luar negeri kepada keluarga atau kerabatmu yang sedang tinggal di luar negeri membutuhkan cara yang berbeda. Transfer uang ke luar negeri biasanya dilakukan di tempat yang menyediakan layanan remitansi atau aplikasi yang menyediakan layanan tersebut. 

Beberapa tempat yang menyediakan layanan kirim uang ke luar negeri adalah Western Union, bank, ATM, Pos Indonesia, dan berbagai aplikasi yang telah menyediakan layanan tersebut. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan remitansi adalah OY! Indonesia. Menggunakan OY! membuat transaksi pengiriman uang ke luar negeri jadi lebih praktis dan mudah. 

Nah, walaupun kedua jenis layanan tersebut berhubungan dengan uang dan luar negeri, tetapi apa perbedaan antara dua layanan tersebut? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Remittance vs Money Changer

  1. Money Changer untuk Menukar Uang, Remitansi untuk Mengirim Uang
layanan remitansi

Banyak sekali alasan untuk menukarkan uang, mulai dari ingin berpergian ke luar negeri, untuk jual beli valuta asing agar mendapatkan keuntungan, dan lain-lain. Walau menukar uang juga bisa dilakukan di berbagai tempat selain money changer, namun menukarkan uang asing di money changer bisa digunakan bagi kamu yang ingin jual beli valuta asing dalam jumlah besar. 

Remitansi pada umumnya digunakan untuk mengirim uang dari Indonesia ke luar negeri mau pun sebaliknya. Untuk mengirim uang ke luar negeri bisa dilakukan di lembaga keuangan baik bank maupun non-bank. Layanan ini bisa diakses oleh nasabah maupun yang bukan nasabah dari bank penyedia layanan tersebut. 

  1. Perbedaan Mekanisme Remittance dan Money Changer
layanan remitansi

Untuk mekanisme penggunaan layanan remitansi di lembaga keuangan yang menyediakan layanan tersebut pada umumnya hampir sama. Berikut alur mekanisme remitansi.

  1. Pengirim mendatangi kantor bank yang menyediakan layanan remitansi
  2. Penyedia layanan remitansi akan memberikan formulir pengiriman uang seputar nominal uang yang akan dikirim, identitas pengirim dan penerima, dan bank tujuan yang harus diisi dengan baik dan benar.
  3. Pihak pemberi layanan akan memproses permintaan remitansi yang bisa didebet dari rekening tabungan pengirim atau uang tunai yang diberikan oleh pengirim.
  4. Bank pengirim akan memproses permintaan remitansi dengan menunjuk bank tujuan.
  5. Setelah bank tujuan menerima uang, uang tersebut akan diteruskan kepada pihak yang berhak menerima sesuai instruksi dari pengirim. 

Sedikit berbeda dengan layanan remitansi, berikut adalah cara menukar uang di money changer.

  1. Siapkan uang yang akan ditukarkan.
  2. Ketahui kurs mata uang asing yang akan ditukar/dibeli.
  3. Datangi teller money changer dan isi formulir dengan baik dan benar.
  4. Teller akan memberikan jumlah harga mata uang asing yang akan ditukar/dibeli.
  5. Jika kamu menyutujui, bayar sesuai harga yang telah ditentukan. 
  6. Teller akan menghitung uang yang akan ditukar/dibeli. 
  7. Teller akan memberikan uang yang ditukar/dibeli beserta dengan nota atau kuitansi pembelian. 
  8. Pastikan untuk menghitung jumlah uang untuk memastikan jumlah sudah sesuai. 
  9. Simpan nota pembelian jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Nah, itulah beberapa perbedaan antara remitansi dan money changer. Walau keduanya berhubungan dengan uang dan luar negeri, ternyata keduanya memiliki fungsi yang berbeda ya!

Untuk kamu yang ingin transfer uang ke luar negeri, kamu bisa menggunakan layanan dari OY! Indonesia. Sebab, transfer uang ke luar negeri dengan OY! mudah, cepat, dan praktis, lho! Yuk, download OY! sekarang.