Tabungan Rencana vs Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Oleh Luthfa

Tabungan Rencana vs Deposito – Punya impian yang ingin diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang? Jika untuk mewujudkan impian itu diperlukan modal yang besar, kamu bisa menabungnya dari sekarang. Saat ini, ada dua jenis tabungan jangka panjang yang bisa kamu pilih untuk menyimpan semua uangmu, yakni tabungan rencana dan deposito.

Dua jenis tabungan ini sejatinya punya sistem yang sama. Keduanya pun tertaut dengan rekening bank inti yang dimiliki nasabah. Jadi, setiap uang yang terdapat dalam rekening nasabah akan di-autodebet setiap bulannya untuk kemudian ditransfer ke rekening tabungan rencana atau deposito.

Mengingat ini adalah tabungan jangka panjang, saldo di dalam tabungan nggak bisa diambil sewaktu-waktu. Kalaupun bisa, pihak bank akan memberikan biaya penalti dan administrasi sehingga mengikis keuntungan yang didapatkan. Meski kedua tabungan ini tampak sama, keduanya punya perbedaan yang cukup besar.

Nasabah pun hanya boleh boleh memilih salah satunya saja. Nah, sebelum memutuskan, sebaiknya cari tahu dulu perbedaan keduanya berikut ini untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Suku bunga deposito lebih tinggi

keuntungan deposito dibandingkan tabungan biasa

Perbedaan pertama terletak pada besaran sukuk bunga yang ditawarkan. Baik tabungan rencana dan deposito memang menawarkan sukuk bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Namun, tetap saja, bila dibandingkan dengan deposito, sukuk bunga tabungan rencana tetap lebih rendah.

Hal ini dikarenakan deposito termasuk ke dalam produk investasi yang artinya keuntungannya pasti lebih tinggi. Umumnya deposito menawarkan sukuk bunga antara 5 – 6,5 persen per tahun, sedangkan tabungan rencana sekitar 4 – 5 persen.

Ini pun ditentukan dari lamanya kamu menabung. Semakin lama kamu menabung pasti pihak bank akan memberikan sukuk bunga yang lebih besar dan sebaliknya, semakin singkat jangka waktu menabung semakin sedikit sukuk bunga yang didapat.

Minimum setoran tabungan rencana lebih rendah

tabungan rencana vs deposito

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kedua tabungan ini menerapkan sistem autodebet. Namun, uang yang di-autodebet bisa kamu tentukan sesuai keinginan. Saat membuka tabungan rencana atau deposito, pihak bank akan menanyakan perihal nominal setoran tiap bulannya.

Untuk yang ingin menabung di tabungan rencana, kamu bisa menabung dengan setoran paling rendah Rp100 ribu. Sementara, rata-rata setoran pertama deposito berada di angka Rp8 – Rp10 juta.

Deposito dapat dijadikan jaminan pinjaman

tabungan rencana vs deposito

Salah satau keuntungan menabung di deposito adalah dapat menjadikannya sebagai jaminan saat hendak melakukan pinjaman uang di bank atau lembaga lainnya. Ya, saat mengajukan pinjaman, kita memang akan diminta jaminan berupa aset. Namun, kalau kamu nggak punya aset berharga, kamu bisa menggunakan deposito sebagai gantinya.

Bagi pihak bank, pinjaman dengan deposito sebagai jaminan memiliki risiko yang lebih rendah sehingga bunga utang pun juga lebih rendah. Tapi, sebaiknya jangan bergantung kepada deposito dan hanya gunakan deposito saat kondisi mendesak sebab hal ini bisa memengaruhi manfaat bunga deposito itu sendiri. Di sisi lain, tabungan berjangka nggak bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman.

Tabungan berjangka bisa melatih kedisplinan

keuntungan deposito dibandingkan tabungan biasa

Selama ini kamu kesulitan menabung? Tenang, dengan membuka tabungan rencana, kamu akan dilatih untuk menabung secara konsisten. Sistem penarikan autodebet yang dilakukan secara otomatis akan memudahkan kamu dalam menabung setiap bulannya.

Jadi, kamu nggak perlu takut lupa atau malas setor karena semuanya dilakukan secara otomatis. Yang terpenting, kamu harus selalu memastikan ada saldo yang cukup di dalam rekeningmu. Biar aman, tetapkan tanggal penarikan pada hari gajian atau selambat-lambatnya 2 hari setelah gajian.

Deposito sebagai langkah awal investasi

investasi untuk mahasiswa

Deposito sebagai instrumen investasi cocok dipilih oleh kamu yang ingin mulai belajar investasi. Imbal hasil yang didapatkan memang nggak sebesar instrumen investasi lainnya, nanun risiko kerugiannya sangat rendah. Sebab, dana yang disimpan di dalam deposito telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga kamu nggak perlu takut kehilangan uang.

Walau bank tempat kamu menyetor uang sedang goyah, uang kamu akan tetap aman, dengan catatan uang yang disimpan nggak lebih dari Rp2 miliar dan sukuk bunga 6,5 persen per tahun. Jadi, kalau kamu punya banyak dana simpanan dan baru akan digunakan setelah 3 – 5 tahun kemudian, kamu bisa membuka deposito. Namun, kalau dana tersebut akan dipakai dalam waktu 1 – 3 tahun, tabungan rencana bisa jadi pilihannya.

Bagaimana, sudah jelas, kan, perbedaan antara deposito dan tabungan rencana? Jadi, manakah yang jadi pilihanmu?

Artikel Terkait